Sekolah di Mana?

Oleh Eky Triwulan K

Di saat netizen Indonesia menebak topik yang pasti selalu muncul pada saat kumpul keluarga hari raya Idul Fitri adalah “kapan menikah?”, tapi kenyataanya tidak begitu, setidaknya di keluarga saya. Pendidikan adalah topik hangat yang muncul saat perayaan Idul Fitri kemarin, mungkin karena berdekatan dengan tahun ajaran baru.

Paman saya yang tinggal di Bojong Gede, Jawa Barat, bercerita tentang bagaimana ia harus memasukkan kedua anaknya ke sekolah baru secara bersamaan. Anak sudah ia daftarkan di sekolah dasar islam, dan yang kedua berencana masuk ke taman kanak-kanak (TK). Bagi ia yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi transportasi online, harus memutar otak bagaimana anaknya bisa mendapatkan pendidikan terbaik, tapi tetap terjangkau.

Seperti riset yang dilakukan oleh Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengenai sekolah swasta berbiaya rendah, jarak yang dekat menjadi alasan bagi orang tua murid memilih sekolah. Walaupun termasuk murah, beberapa ada yang menggratiskan biaya pendidikan sampai menbayar Rp 468.000 sebulan, kualitasnya pun tidak kalah baik dengan sekolah negeri.

Itu pula yang jadi alasan bagi paman saya untuk menyekolahkan anak pertamanya di sekolah swasta berbiaya rendah dalam hal ini. “Kalau sekolah negeri jauh, sekitar tiga kilometerdair rumah, kualitasnya juga kurang,” katanya. “Makanya pilih sekolah swasta yang ini, tinggal nyebrang perumahan,” sambungnya.

Uang pangkal di sekolah tersebut sebesar Rp 2,5 juta dan bisa dicicil, lebih murah 5 – 6 juta dibanding sekolah swasta lainnya di sekitar rumahnya. Per bulannya, paman saya harus membayar sekitar Rp 200 ribu.

Jarak memang penting dalam memilih sekolah. Sebab, orang tua bisa dengan mudah mengontrol sang anak. Apalagi yang masih di sekolah dasar. Selain itu, uang transportasi pun dapat ditekan, apalagi jika dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Secuil kisah dari silaturahmi Idul Fitri tadi memperlihatkan bahwa kehadiran sekolah swasta diperlukan di daerah-daerah. Jika sekolah negeri terlalu jauh, sekolah swasta berbiaya rendah dapat menjadi solusi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.