Oase di Sudut-Sudut Kota Koja

Oleh Liza Mashita Ramadhania*

Satu hal yang saya senangi ketika melakukan penelitian adalah memiliki cerita-cerita menarik. Demikian hal nya ketika saya menjadi relawan di CIPS selama kurang lebih dua minggu.

Saya bersama teman-teman relawan yang lain menyusuri wilayah Kecamatan Koja, Jakarta Utara, untuk melakukan pemetaan lokasi sekolah di Koja. Fokus dari penelitian kami adalah untuk mencari dan mewawancarai sekolah swasta yang berbiaya rendah, dan hal tersebut rupanya bukanlah tugas yang mudah.

Akan tetapi, pada akhirnya masing-masing dari kami memiliki cerita yang menarik dalam mengeksplorasi wilayah Koja. Contohnya adalah ketika saya melihat perbedaan yang sangat timpang antara wilayah kumuh dan miskin dengan permukiman yang elite – dan hanya dibatasi oleh parit. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah cerita dari beberapa sekolah di wilayah Koja. Mendengar kisah-kisah inspiratif para guru yang sangat menyenangi mengajar membuat saya merasa bersyukur sekaligus termotivasi.

Beberapa kendala pun dialami oleh para guru ini dalam mengelola sekolah, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, faktor keadaan di lingkungan sekitar, faktor ekonomi para siswa, dan lain sebagainya. Dengan menghadapi keadaan tersebut dan ditambah dengan gaji yang relatif kecil nampaknya tidak menghentikan semangat mereka dalam mengabdi kepada dunia pendidikan. Salah satu kepala sekolah swasta di wilayah Kelurahan Koja menceritakan kisah sekolah tersebut kepada kami, bahwa betapa sulitnya membina dan mempertahankan sekolah tersebut dalam melangsungkan kegiatan belajar mengajar di ‘rumah kecil’ tersebut.

Kami juga menemukan satu-satunya sekolah yang ada di wilayah kumuh Kelurahan Tugu Selatan, Koja. Kondisi gedung sekolah tersebut sungguh memprihatinkan, ditambah dengan lingkungan sekolah tersebut berdiri di atas tanah sengketa. Rasanya sungguh mustahil dengan mengetahui terdapat sekolah yang mampu bertahan di lingkungan tersebut. Keberadaan sekolah tersebut rasanya seperti menemukan oase di gurun pasir. Tetapi, ketika melihat para siswa nya yang ramah dan ceria, kami menjadi merasa optimis terhadap masa depan sekolah ini.

Penelitian ini membuat saya merasa prihatin dengan pendidikan di Jakarta.

Penelitian ini membuat saya merasa prihatin dengan pendidikan di Jakarta. Faktanya terdapat banyak sekolah di Jakarta, khususnya di Koja, namun nampaknya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah. Dengan adanya kehadiran sekolah swasta berbiaya rendah ini sangat membantu untuk mengurangi ketidakmerataan pendidikan di wilayah Koja. Perkembangan sekolah-sekolah swasta tersebut pun pada nyatanya tidak mudah. Harapannya, dengan pengalaman yang saya dan teman-teman volunteer alami ini dapat menggambarkan bahwa meskipun terdapat banyak hambatan dan kesulitan dalam mengelola sekolah swasta dengan biaya rendah, kami menjadi yakin bahwa masih banyak orang yang memiliki semangat dan optimis untuk memberikan kesempatan bersekolah kepada orang yang tidak mampu.

 

*Liza adalah salah satu relawan enumerator untuk proyek sekolah swasta berbiaya rendah