Indeks Bu RT

Informasi mengenai Indeks Bulanan Rumah Tangga (Indeks Bu RT) yang akan diperbaharui setiap bulannya.

Tentang Indeks Bu RT

Indeks Bu RT (Indeks Bulanan Rumah Tangga) adalah angka indeks yang menggambarkan perubahan harga komoditas pangan di tingkat konsumen. Harga yang digunakan untuk menghitung Indeks Bu RT merupakan harga terendah dari hasil perbandingan harga di Indonesia dengan harga di beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, India, Australia, dan Selandia Baru. Sebagian besar komoditas pangan yang dipilih merupakan bagian dari sembilan bahan pokok (sembako).

Terdapat 15 komoditas pangan yang digunakan sebagai referensi untuk bulan Januari hingga April 2017, diantaranya: beras, daging sapi, daging ayam, kedelai, telur, gula, garam, minyak goreng, susu cair, sayur-mayur (buncis, bawang merah, bayam), dan buah-buahan (pisang, apel, jeruk). Mulai bulan Mei 2017, terdapat penyesuaian perhitungan dengan menambahkan 5 komoditas pangan selain yang telah diinput pada bulan-bulan sebelumnya. Komoditas yang ditambahkan antara lain: cabai merah, cabai hijau, cabai rawit merah, cabai rawit hijau, dan bawang putih.

Indeks ini mengamati seberapa besar perbedaan pengeluaran masyarakat Indonesia untuk membeli bahan pangan pokok dibandingkan dengan pengeluaran masyarakat di negara tetangga. Perbandingan ini bertujuan memperlihatkan seberapa besar uang yang dapat dihemat oleh keluarga di Indonesia dalam hal membeli bahan pangan jika harganya semurah di negara tetangga.

Pemantauan harga pangan memiliki makna penting di Indonesia, terutama bagi masyarakat pra-sejahtera. Diperkirakan terdapat sekitar 28 juta masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan, ditambah lagi dengan 68 juta orang yang tergolong rentan. Jika diakumulasikan, jumlah keduanya mencapai lebih dari sepertiga populasi Indonesia secara keseluruhan. Masyarakat pra-sejahtera menghabiskan sekitar 50-70 persen pendapatannya hanya untuk membeli kebutuhan bahan pangan pokok. Oleh karena itu, sedikit saja perubahan pada harga pangan akan memengaruhi pola konsumsi dan kesejahteraan mereka.

Bila harga pangan terlalu tinggi, keluarga pra-sejahtera akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka sehari-hari. Hal ini akan berdampak serius bagi kesehatan mereka, terutama untuk anak-anak. Saat ini, sekitar 29 persen dari anak-anak Indonesia yang berusia 0-5 tahun menderita gizi buruk kronis. Kondisi ini menghambat pertumbuhan mereka di usia dini dan memengaruhi kemampuan mereka untuk menyerap ilmu dan pendidikan secara optimal. Jika masalah ini tidak dibenahi, maka dalam jangka panjang mereka akan menjadi bagian dari masyarakat berpendidikan rendah dengan keterampilan kerja yang tidak memadai, sehingga akan menyulitkan upaya pemerintah dalam memotong mata rantai siklus kemiskinan di Indonesia.

Indeks Bu RT menggarisbawahi berapa banyak uang yang dapat dihemat oleh masyarakat, termasuk keluarga pra-sejahtera, yang seharusnya dapat mereka gunakan untuk membeli lebih banyak makanan bagi anggota keluarganya ataupun untuk membiayai keperluan hidup lainnya, seperti dana untuk pendidikan dan kesehatan. Pada akhirnya, Indeks ini bertujuan untuk mendorong pemerintah untuk senantiasa membuat kebijakan yang menjamin adanya akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Indeks ini, silahkan kirim pertanyaan Anda ke contact@cips-indonesia.org